Lima suture (garis hitam diarsir) yang terdapat di Indonesia akibat dinamika tektonik yang terjadi (Hall dan Wilson, 2000). Daerah warna abuabu
merupakan daerah pertemuan antara Lempeng Eurasia, India-Australia, Pasifik, dan Filipina.

Kegempaan di Sulawesi Utara

Untitled-1

Indonesia dalam Lingkaran Api

27/01/2016 Comments (0) Artikel Geologi Populer, Artikel Geologi Populer, Uncategorized

Unsur Tanah Jarang di Laut Kita

Fumarola Bawah Laut.
Fumarola Bawah Laut.

Fumarola Bawah Laut.

Demam pencarian unsur-unsur tanah jarang atau logam tanah jarang (LTJ atau REE – rare earth elements) dipicu oleh perannya yang semakin nyata dalam penerapan teknologi hijau seperti mobil-mobil hibrid dan turbin angin. Pada saat ini Cina memasok REE dunia sekitar 90 persen, serta ada kecenderungan di masa mendatang kebutuhan akan REE akan meningkat pesat. Indonesia memiliki potensi unsur tanah
jarang yang cukup besar.

Dengan terbukanya peluang mencari sumber daya REE, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) telah melakukan penelitian kegunungapian di wilayah Sabang, Aceh. Hasil penelitian tersebut mendapatkan kelimpahan beberapa unsur tanah jarang di sekitar fumarola dasar laut baik yang masih aktif maupun yang tidak aktif. Hasil penelitian di Sabang ini telah dibandingkan pula dengan hasil penelitian di Andaman oleh Ray dkk, 2012, dan Semangko oleh penulis dkk, 2005. Ternyata Sabang lebih tinggi kandungan REE-nya.

Sabang yang termasuk wilayah paling barat Indonesia, merupakan bagian dari gunung api bawah laut aktif yang sudah mulai menurun aktivitasnya. Hal ini ditandai dengan kegiatan kegunungapian permukaan seperti fumarola, solfatara, kolam lumpur panas (hot mud pool), tanah panas (hot ground) dan mata air panas (hot spring). Semua gejala itu dapat diamati di darat dan wilayah pesisir serta pantai. Di dasar laut, aktivitas fumarola menyebabkan terbentuknya gelembung-gelembung gas dan menghangatkan air laut di sekitarnya. Objek dasar laut ini dapat diakses. Selain itu, kawasan tersebut pada saat ini menjadi objek wisata khusus diving.

Survei Bawah Laut.

Survei Bawah Laut.

Perkembangan penggunaan LTJ tergantung pada inovasi teknologi, karena tidak semua endapan LTJ dapat diperlakukan sama. Sebagai contoh, neodimium (Nd) yang digunakan sebagai magnet super untuk disk drive, mobil hibrid dan generator angin; dan serium (Ce) sebagai bahan pokok dalam katalis otomotif; kebutuhannya baru meningkat belakangan ini karena adanya aplikasi-aplikasi baru tersebut. Demikian pula dengan beralihnya pasaran televisi ke teknologi TV datar. Jadi yang menjadi perhatian di sini adalah mencari endapan logam tanah jarang yang bernilai sesuai dengan kemajuan teknologi hijau dan aplikasi-aplikasi teknologi tinggi lainnya.

Penelitian di Sabang
Saat ini metode eksplorasi yang umum digunakan untuk pencarian LTJ atau REE adalah mulai dari kajian citra satelit hingga geokimia. Konsentrasi ekonomis mineral pembawa REE biasanya berada dalam batuan induk, atau batuan yang berasosiasi dengan batuan beku alkalin dan karbonatit; sehingga identifikasi batuan ini harus dilakukan terlebih dahulu dalam eksplorasi. Bentuk morfologinya, yang diidentifikasi dari citra satelit, biasanya melingkar (sirkular), dan masih dapat dikenali walaupun terkubur dalam dan sangat tertutup vegetasi. Morfologi sirkular ini cenderung membentuk klaster sepanjang sabuk linier. Di samping metode tersebut, survei udara magnetik, radiometrik dan graviti dapat pula digunakan untuk mencari batuan induk.

Pengambilan contoh pasir yang mengandung REE di dasar laut.

Pengambilan contoh pasir yang mengandung REE di dasar laut.

Penelitian geologi kelautan di wilayah pantai dan laut Sabang telah dilakukan di triwulan ketiga tahun 2014. Metode yang digunakan adalah seismik dan pengambilan contoh batuan dan sedimen, baik di wilayah pantai maupun dasar laut. Metode oseanografi digunakan pula terutama untuk mengukur parameterparameter yang berhubungan dengan pengaruh aktivitas volkanisme dasar laut terhadap kolom air laut, seperti temperatur dan salinitas.

Dari hasil penelitian diperoleh fumarola aktif di dasar laut yang menghasilkan kelimpahan beberapa unsur tanah jarang di sekitar area semburan. Unsur-unsur tanah jarang tersebut adalah Nb dengan konsentrasi 4,33 ppm, La (16,52 ppm), Ce (38,82 ppm), Nd (19,15 ppm), Pr (4,907 ppm), Sm (4,04 ppm), Gd (3,95 ppm), Dy (3,38 ppm), Th (6,432 ppm) dan U (4,335 ppm ). Nilai kadar atau konsentrasi LTJ tersebut adalah rata-rata dari 10 contoh yang diambil oleh Tim Diving pada kedalaman 10, 15 dan 23 meter.

Sedangkan di area-area solfatara dasar laut yang tidak aktif, data seismik menunjukkan adanya pola-pola sirkular dasar laut yang membentuk morfologi bukitbukit kecil. Contoh sedimen dan batuan di sekitar morfologi dasar laut ini memperlihatkan tingginya kadar unsur atau logam yang termasuk langka seperti Tantalium (Ta), Vanadium (V), dan Stronsium (Sr).

Untitled-84Dari hasil bahasan di atas, penulis mencoba penentuan daerah prospek unsur tanah jarang dasar laut di Perairan Sabang. Hasilnya menunjukkan bahwa prospek umumnya berada pada daerah terban. Area-area di Serui, Pria Laot, utara dan Balohan (selatan) merupakan daerah konservasi wisata dan pelabuhan; sehingga tidak dapat diganggu. Akan tetapi area-area timur dan barat tampaknya menarik untuk dikembangkan. Di samping jauh dari pemukiman, kedua area ini bukan merupakan area wisata penyelaman.

Implikasi Penelitian
Hasil kajian pustaka yang menunjukkan bentuk endapan REE yang sirkular, ternyata mirip dengan hasil penelitian di laut sekitar Sabang berdasarkan hasil analisis rekaman seismik. Morfologi sirkular di Sabang ini terbentuk pada umur Holosen-Resen, karena prosesnya masih berlangsung hingga saat ini. Ada kemungkinan bahwa endapan terdahulu sebagaimana terekam dalam sejarah geologi kawasan tersebut, terbentuk oleh proses yang sama, yaitu aktivitas vulkanisma; baik di laut maupun di darat.

Ilustrasi Gunung Api bawah laut.

Ilustrasi Gunung Api bawah laut.

Kecenderungan kumpulan morfologi sirkular terkonsentrasi pada zona linier (lurus), mengindikasikan pula bahwa aktivitas tektonik juga berperan dalam pembentukan dan distribusi endapan REE atau LTJ ini. Endapan REE, seperti disebut di atas merupakan perespon (responden) yang baik untuk parameter geofisika seperti magnetik dan graviti; sehingga lebih mudah diidentifikasi. Kini muncul istilah ‘mata kerbau magnetik’ (magnetic bull’s eye) untuk endapan seperti Ilustrasi Gunung Api bawah laut. dijumpai di Sabang tersebut.

Melimpahnya unsur-unsur tanah jarang di daerah penelitian dihasilkan dari fumarola bawah laut, baik yang masih aktif maupun tidak. Contoh-contoh hasil pengambilan oleh Tim Diving di dasar laut di sekitar fumarola yang masih aktif menunjukkan kelimpahan beberapa unsur tanah jarang. Dan hasil analisis ini telah dibandingkan dengan hasil analisis geokimia contohcontoh Andaman dan Semangko, dengan hasil lebih tingginya data Sabang.

Kelimpahan unsur tanah jarang di sekitar fumarola dasar laut yang tidak aktif ditunjukkan oleh terbentuknya morfologi sirkular dengan ketinggian sekitar 2 hingga 3 meter. Temuan ini merevolusikan cara eksplorasi unsurunsur tanah jarang di lautan sekitar gunung api bawah laut yang sudah mulai menurun aktivitasnya; melalui pemetaan geologi dan geofisika kelautan detail; untuk mengetahui kandungan REE dari sedimen dan batuan dasar laut, serta morfologi dan pola-pola deposit REE lainnya melalui seismik. ( Hananto Kurnio)

Penulis adalah Peneliti Madya pada Puslitbang Geologi Kelautan (PPPGL), dan sedang menyelesaikan S3 bidang Marine Geology di UNPAD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>