Pantai Watukarung, Gunungsewu. Foto: Baskoro Setianto.

Makna Ilmiah Warisan Bumi Gunung Sewu

Untitled-18

Melacak Jejak Manusia Wajak

04/01/2016 Comments (0) Artikel Geologi Populer, Artikel Geologi Populer

Sehari di Pantai Gunung Kidul

Pantai Pulang Sawal atau Pantai Indrayanti. Foto: Priatna
Pantai Pulang Sawal atau Pantai Indrayanti. Foto: Priatna

Pantai Pulang Sawal atau Pantai Indrayanti. Foto: Priatna

Indonesia selain dikenal dengan kesuburan tanahnya juga menjadi tempat kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Selain Bali dan Lombok yang sudah menjadi destinasi wisata terfavorit, banyak juga wisatawan yang berkunjung ke Pulau Jawa. Antara lain, berlibur ke Yogyakarta dan sekitarnya yang ternyata banyak memiliki pantai yang menarik.

Kota Yogyakarta dan sekitarnya, banyak dipilih oleh wisatawan sebagai tujuan mereka berlibur. Tiada lain, karena di dekat Yogyakarta ada salah satu keajaiban dunia, yaitu Candi Borobudur. Selain itu, Yogyakarta juga memiliki wisata gunung api, yaitu kawasan Merapi yang sudah sangat terkenal; dan wisata belanja dan kuliner, antara lain kawasan Malioboro. Namun, Yogyakarta ternyata juga menawarkan wisata lain yang tak kalah menariknya, yaitu wisata pantai, dengan sedikit ke luar dari Yogyakarta kea rah Gunung Kidul.

Bicara tentang pantai di sekitar Yogyakarta, memang nama Parangtritis sengan sunset-nya, menjadi pantai favorit. Namun, sebenarnya di selatan-timur provinsi ini banyak pantai lain yang tak kalah menariknya dan layak untuk dijelajahi.

Pantai-pantai lain itu masuk wilayah Kabupaten Gunung Kidul. Kabupaten ini bersama-sama dengan Wonogiri(Jawa Tengah) dan Pacitan (Jawa Timur) menjadi areaarea yang membentuk Geopark Gunung Sewu. Geopark yang meliputi tiga provinsi tersebut dikukuhkan sebagai geopark nasional pada 13 Mei 2013 dan dianugerahi sebagai anggota ke-117 Jaringan Geopark Global (GGN)
pada 19 September 2015.

Pantai Pulang Sawal paling ramai dikunjungi. Foto: Priatna

Pantai Pulang Sawal paling ramai dikunjungi. Foto: Priatna

Di dalam geoarea Gunung Kidul ada situs-situs geologi yang mendukung keberadaan Geopark Gunung Sewu, yaitu Formasi Nglanggran, Formasi Sambipitu, Gua Pindul, Kali Suci, Luweng Jomblang, Pantai Siung- Wediombo, Lembah Sadeng, Air Terjun Bleberan, Pantai Baron-Kukup-Krakal, Luweng Cokro, dan Gua Ngingrong. Geoarea tengah yang masuk wilayah Wonogiri terdiri dari Lembah Giritontro, Gua Sodong, Gua Tembus, Luweng Sapen, Gua Mrico, Gua Potro- Bunder, dan Pantai Sembukan.

Keberadaan pantai-pantai di Gunung Kidul memang menarik, karena daerah ini berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, sehingga gugusan pantainya tersebar dari ujung timur yang berbatasan dengan Jawa Tengah dan ujung barat yang berbatasan dengan Kabupaten Bantul. Dengan demikian pula, sebagian besar wilayah ini merupakan perbukitan dan pegunungan kapur (kars), yang menjadi bagian dari Pegunungan Sewu.

Kebanyakan pantai di Gunung Kidul memiliki ombak yang besar serta pasir pantai yang berwarna putih. Bila dalam mempunyai waktu senggang seharian, para pengunjung wisatawan dapat mencoba menjelajahi, paling tidak, lima pantai yang ada di sekitar geoarea Gunung Kidul. Kelimanya adalah Pantai Pulang Sawal, Krakal, Drini, Kukup, dan Baron.

Pantai Pulang Sawal
Pantai Pulang Sawal terletak di Dusun Ngasem, Desa Tepus. Pantai ini tepat berada di sisi timur Pantai Sundak. Keduanya dibatasi oleh perbukitan karang. Nama asli pantai ini adalah Pantai Pulang Syawal atau disingkat mdengan Pantai Pulsa. Namun, orang-orang sudah terlanjur mengenal pantai ini dengan nama Pantai Indrayanti, karena keberadaan papan nama cafe “Indrayanti” di sana.

Pantai ini sangat ramai, seperti Pantai Kuta (Bali). Pantai berpasir putih yang menghampar dari timur hingga barat. Di sepanjang pantai ada gazebo dan restoran. Juga dikenal karena banyak cottage. Bila hendak mendapatkan sensasi, bisa menuju bukit yang terletak di sebelah kanan pantai atau berada di arah timur.

Dengan menerobos semak, perdu serta memanjat karang, dari atas bukit itu kita dapat menyaksikan bentang dan birunya Samudra Hindia yang terhampar luas. Suasana yang ramai dan ternyata merupakan spot pilihan untuk menikmati pemandangan pantai, termasuk saat sunset menjelang. Di sudut lain pantai, terdapat tebing tinggi yang juga menawan. Di balik batu karang tersebut terdapat pantai berpasir putih yang cukup luas.

Untitled-14

Pantai Krakal. Foto: Priatna.

Pantai Krakal
Pantai Krakal berada di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari. Pantai ini dapat dicapai sejauh 6 km dari Pantai Kukup dan bersebelahan dengan Pantai Sundak. Pantai Krakal sudah lama dikenal sebagai salah satu kawasan pantai yang sangat indah. Bentangannya sangat panjang. Batu-batu karang berdiri kokoh sepanjang pantai, ditambah beberapa spot untuk selancar yang menantang.

Di pantai ini ada dua buah batu karang hitam yang menjulang tinggi dan menjadi pembatas pantai sebelahnya. Permukaan kedua batu itu banyak ditumbuhi berbagai macam vegetasi. Di sekitarnya ada gazebo yang disediakan untuk pengunjung. Bila memanjat batu karang sebelah barat melalui jalan setapak, di atasnya pengunjung akan disuguhi pemandangan elok. Tidak jauh dari situ ada pantai kecil bersuasana yang unik yang menambah pesona Krakal. Pantai kecil ini dibatasi sebongkah batu karang.

Sementara, bagi yang ingin melakukan surfing di Pantai Krakal harus berjalan terlebih dahulu menuju ke deretan batu karang yang berada di lepas pantai dan kemudian menyongsong ombak yang bertipe reef break dan cukup menantang.

Pantai Drini airnya paling tenang. Foto: Priatna.

Pantai Drini airnya paling tenang. Foto: Priatna.

Pantai Drini
Pantai Drini terletak di Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 1 km sebelah timur Pantai Sepanjang. Posisinya dihapit Pantai Kukup dan Pantai Krakal. Pantai Drini berombak tidak terlalu besar, karena terlindung oleh beberapa bukit karang. Pantai Drini melengkapi wisata pantai Gunungkidul, merupakan pelabuhan nelayan tradisional dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Ciri khas Pantai Drini adalah pulau kecil yang memisahkan pantai menjadi bagian timur dan barat. Di sisi timur pantai terdapat tebing-tebing karang yang membentuk laguna air hangat dengan ombak yang cenderung tenang. Di tengah, searah menuju Drini, ada lapisan tipis pasir hitam yang menerobos dominasi pasir putih. Katanya, hal ini disebabkan adanya sungai bawah tanah bermuara di Pantai Drini dan membawa pasir hitam itu. Sementara sisi barat berombak lebih kuat sehingga menjadi tempat para nelayan untuk pergi melaut. Dan bila siang menjelang, pengunjung akan melihat deretan perahu nelayan yang bercadik tertambat.

Saat laut surut, pengunjung bisa menuju Pulau Drini melewati tangga beton. Konon, di pulau ini banyak tumbuh santigi (Pemphis acidula), yang oleh masyarakat setempat disebut drini. Pohon ini dipercaya orang sebagai penangkal ular berbisa. Itulah sebabnya pantai dan pulau ini dinamai Drini. Kini, pohon drini tak ada lagi, yang ada pandan laut (Pandanus tectorius) yang bertautan dengan
rerumputan.

Pantai Kukup ada gazebo yang menjorok. Foto: Priatna.

Pantai Kukup ada gazebo yang menjorok. Foto: Priatna.

Pantai Kukup
Pantai Kukup terletak di Desa Kemadang, sekitar 1 km sebelah timur Pantai Baron. Pantai ini bersama dengan pantai Baron dan pantai Krakal disebut trio pantai tersebut dengan sebutan Baron, Kukup, Krakal. Ketiganya berada di Kecamatan Tanjungsari.

Pantai ini memiliki pasir yang putih terhampar luas dan mempunyaii daerah laut dangkal yangu cukup tenang berjarak sekitar 100 m dari bibir pantai. Daerah dangkal ini dibatasi dengan gundukan terumbu karang pada ujung pantai. Selain terumbu, di daerah dangkal itu berisi berbagai ikan hias dan biota laut lainnya.

Di sebelah timur dari Kukup ada pulau karang, Pulau Jumino. Antara Kukup dan Jumino dihubungkan oleh jembatan untuk penyeberangan. Di pulau itu ada gardu pandang bagi yang ingin menikmati pemandangan laut lepas. Di tebing sebelah barat Kukup, banyak gua karang yang sering dipakai bermain dan tempat berteduh. Beberapa dari gua digenangi air laut dan diisi biota laut.

Pantai Baron pantainya para perahu. Foto: Priatna.

Pantai Baron pantainya para perahu. Foto: Priatna.

Pantai Baron
Pantai Baron berada di Desa Kamadang, Kecamatan Tanjungsari. Pantai ini merupakan pantai pertama yang ditemukan di persimpangan Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal dan Sundak. Pantai Baron yang deburan ombaknya keras sebenarnya merupakan teluk yang diapit dua bukit di sisi kanan dan kirinya. bukit-bukit kapuryang di atasnya terdapat jalan setapak untuk menikmati keindahan laut. Di sebelah barat, ada muara air sungai  bawah tanah sehingga nampak ada tempat pertemuan antara air laut dan air tawar.

Dua bukit yang mengapit pantai ini merupakan tempat perkemahan yang dapat anda gunakan untuk berpetualang dan menikmati suasana alam Baron pada malam hari. Dari atas bukit tersebut anda dapat menyaksikan pemandangan laut dari atas bukit dan perahu-perahu yang terhampar rapi di pesisir pantai Baron. Perbukitan di kawasan ini sering dipakai untuk lokasi trekking atau lintas alam. Untuk menaiki bukit ini, anda akan tertantang melihat naik turunnya jalan yang terjal yang terdiri dari bebatuan karang.

Pantai yang namanya diambil dari nama seorang bangsawan masa lalu, bernama Baron Skeber, yang pernah mendaratkan kapalnya di pantai ini memang menjadi dermaga bagi para nelayan. Sehingga dapat dimengerti bila di pantai ada TPI dan pengunjung bisa melihat deretan kapal nelayan berwarna biru yang berjajar rapi.

Selain itu, pengunjung dapat melihat dan mengunjungi Mercusuar Pantai Baron yang berada atas bukit sisi timurpantai. Sebelum mercusuar setinggi 40 meter tersebut selesai dibangun Direktorat Navigasi dan Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan pada 2014, di sana hanya berupa menara suar yang berupa tiang-tiang seperti menara pemancar sinyal TV dan seluler. (Priatna)

Penulis adalah Kepala Seksi Edukasi dan Informasi Museum Geologi, Badan Geologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>