Hamparan deposit bijih emas berupa sinter silika, hasil
pengendapan dari fluida panas bumi di Osore, Jepang

Mineral Ekonomi dari Panas Bumi

Dari kiri - kanan (searah jarum jam): 1. Kerusakan kampus STIE
kerjasama di Kota Yogyakarta akibat gempa tanggal 27 Mei 2006,
2. Longsoran akibat gempa tanggal 27 Mei 2006 di desa Wonolelo,
Kecamatan Plered, Bantul , 3. SD Lowanu di kota Yogyakarta roboh
akibat gempa tanggal 27 Mei 2006, 4. Retakan tanah sepanjang
± 2.900 meter berarah barat – timur di Kecamatan Gantiwarno,
Klaten akibat gempa tanggal 27 Mei 2006, 5. Kerusakan jembatan
di daerah Gantiwarno, Klaten akibat gempa tanggal 27 Mei 2006,
6. Rumah penduduk roboh akibat gempa tanggal 27 Mei 2006 di
zona Sesar Opak. Lokasi dusun Guyangan, desa Wonolelo, Plered,
Bantul. Foto: Supartoyo, 2006.

10 Tahun Gempa Yogyakarta

13/04/2016 Comments (0) Artikel Geologi Populer, Artikel Geologi Populer

Pulau Menjangan Surga Tersembunyi di Utara Pulau Bali

Salah satu sudut dari pemandangan di Pulau Menjangan, terlihat beberapa pegununungan yang membentang luas di Pulau Jawa. Foto:
Chandrika Sasmita.
Salah satu sudut dari pemandangan di Pulau Menjangan, terlihat beberapa pegununungan yang membentang luas di Pulau Jawa. Foto: Chandrika Sasmita.

Salah satu sudut dari pemandangan di Pulau Menjangan, terlihat beberapa pegununungan yang membentang luas di Pulau Jawa. Foto:
Chandrika Sasmita.

Banyak orang sudah pernah berkunjung ke Bali dan mungkin satu diantara mereka mengatakan bahwa “Bali hanya itu-itu saja”. Tetapi jika mereka ditanya apakah sudah pernah ke Pulau Menjangan, dapat dipastikan banyak diantaranya yang asing dengan nama pulau di Bali Utara tersebut. Kebanyakan orang ketika berkunjung ke Bali hanya menikmati kawasan Bali Selatan saja, padahal Bali Utara tidak kalah menariknya untuk dikunjungi dan dinikmati, khususnya bagi para pencinta snorkeling dan diving. Inilah surga tersembunyi di pulau yang terkenal dengan sebutan “Pulau Seribu Pura”.

Menjangan atau dalam bahasa latinnya Cervus Tumorensis adalah ciri khas fauna yang mendiami Pulau ini. Foto: Chandrika Sasmita.

Menjangan atau dalam bahasa latinnya Cervus Tumorensis adalah ciri khas fauna yang mendiami Pulau ini.
Foto: Chandrika Sasmita.

Pulau Menjangan terletak pada koordinat 8o03’– 8o07’ LS dan 114o 25’–114o 35’ BT. Secara administratif pulai ini termasuk wilayah Desa Sumber Klampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Namun, secara pengelolaan kawasan ini lebih diserahkan kepada pihak TNBB (Taman Nasional Bali Barat).

Secara geologi Pulau Menjangan dibagi atas beberapa batuan penyusun. Sebagaimana penelitian Purbo- Hadiwidjoyo (1972), dari muda ke tua batuan tersebut dalam stratigrafi regional adalah: Endapan Aluvium, Formasi Palasari dan Batuan Gunung api Formasi Buyan Bratan dan Batur, Batuan Gunung api Jembrana, Formasi Asah dan Formasi Prapatagung, dan Formasi Selatan.

Di Pulau Menjangan terdapat banyak biota-biota laut nan indah. Terumbu-terumbu karang di laut tersingkap hingga ke permukaan. Diperkirakan outcrop batuan karbonat yang tersingkap di pulau ini adalah hasil dari akivitas tektonik yang berperan dalam pembentukan Pulau Menjangan pada periode Miosen-Tersier.

Kegiatan Masyarakat Hindu-Bali di Pulau Menjangan. Foto: Chandrika Sasmita.

Kegiatan Masyarakat Hindu-Bali di Pulau Menjangan. Foto: Chandrika Sasmita.

Dari hasil analisis seismik pantul dangkal saluran tunggal, ditemukan carbonate buildup dan beberapa sesar aktif di pulau ini hingga Tanjung Pasir Putih. Hal ini tentu akan menjadi kajian penting dalam pembangunan tempat wisata di Bali Utara. Di pulau ini hingga perairan Selat Bali juga terdapat banyak kandungan titanium. Informasi ini diperoleh dari hasil analisis mineral yang pernah dilakukan oleh Tim Peneliti Pusat Penelian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL) pada 1990.

Kata Menjangan diambil dari nama hewan yang dulunya hidup sejahtera di pulau ini. Menjanganadalah hewan yang mirip kijang dengan nama ilmiah Cervustimorensis. Kijang di Pulau Menjangan hilang atau punah akibat perburan besar-besaran oleh manusia. Namun, untuk mempertahankan
nama serta identitas pulau ini, pada 1980 dilepaskan sekitar 22 ekor ekor kijang oleh pengelola setempat. Kijang-kijang ini dilindungi oleh Pemerintah sehingga berkembang biak dan jumlahnya sekarang sudah semakin banyak. Selain Menjangan, di pulau ini juga dapat dijumpai ikan Nemo yang juga sering disebut ikan badut, pada saat kita melakukan snorkeling atau diving.

Rusa (Cervus timorensis) di pantai Pulau Menjangan. Foto: Chandrika Sasmita

Rusa (Cervus timorensis) di pantai Pulau Menjangan. Foto: Chandrika
Sasmita

Pulau Menjangan yang dikenal oleh para diver sebagai tempatnya wall diving terbaik di Bali bahkan di dunia ini memiliki taman bawah laut yang sangat berwarna dan penuh dengan berbagai jenis ikan sekaligus kaya biota laut. Pulau yang indah di Bali Utara ini dikelilingi terumbu karang dengan drop off sedalam 60 meter dan formasi batuan. Formasi batuan tersebut membentuk sejumlah gua-gua besar dan kecil yang menjadi habitat bagi terumbu karang, karang lunak, kerapu besar, dan belut moray. Di gua-gua kecil, kedalaman laut dan aliran arus yang tenang menjadikan taman bawah laut sekitar pulau ini sebagai tempat hidup bagi tuna, jackfish, penyu laut, bahkan hiu.

Pulau Menjangan juga menawarkan keindahan eksotis lainnya. Pemandangan ke gunung-gunung di Jawa Timur yang terlihat sejak kita berjalan menyebrangi lautan dengan menggunakan kapal, salah satunya. Di pulau ini juga terdapat pura Segara Giri Kencana yang merupakan sebuah pura yang awalnya menjadi ciri perbatasan antara pulau Bali dan Pulau Jawa. Cerita ini berkaitan dengan cerita rakyat (folklore) babad perjalanan Dang Hyang Siddhimantra ke Bali.

Perahu, sarana utama transportasi ke Pulau Menjangan. Foto: Chandrika Sasmita

Perahu, sarana utama transportasi ke Pulau Menjangan. Foto: Chandrika Sasmita

Alkisah, di pulau inilah sejatinya Dang Hyang Siddhimantra menorehkan tongkatnya untuk membelah pulau Jawa dan Bali, sehingga terlahirlah Pulau Menjangan. Untuk menghormati jasa beliau, dibangunlah sebuah pura yang bernama “Pura Segara Giri Dharma Kencana” yang berarti pura penting
karena berada pada wilayah garis kebenaran (giri berarti bumi atau wilayah, dharma artinya kebenaran, dan kencana maksudnya garis). Tampak patung Dewa Ganesha tinggi menjulang di pulau ini. Ada pula beberapa pura kecil yang tidak kalah menariknya. Ketika masuk ke pura, tentunya harus diikuti tata cara adat setempat, seperti memakai pakaian adat Bali. Namun, jangan khawatir, di sekitar pura ada beberapa jasa penyewaan pakaian adat tersebut.

Pura Giri Menjangan. Foto: Azhari.

Pura Giri Menjangan. Foto: Azhari.

Untuk dapat menikmati keindahan di pulau ini, anda harus menyewa sebuah kapal motor (boat) dari pelabuhan Lalang di Bali Utara, atau Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur, juga pelabuhan Gilimanuk, di Jembrana, Bali, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit hingga 1 jam. Akomodasi di setiap pelabuhan cukup lengkap, seperti restoran, penginapan, dan bar tersedia. Pulau Menjangan sangat potensial sebagai tujuan geowisata baru untuk Indonesia, khususnya Bali, sehingga tidak hanya kawasan Batur.  Kevin ( Muster Regulus Victor )

Penulis adalah mahasiswa Fakultas Teknik Geologi UNPAD. Oleh: Kevin Muster Regulus Victor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>