dunia

Ketika Manusia menghilang dari Atas Bumi

krakatau

Krakatau: Ketika Dunia Meledak dan Lampung Karam

28/06/2011 Comments (0) Resensi Buku

Panas Bumi,Primadona Energi Indonesia Masa Depan

energi

panas bumi

DATA BUKU
Judul                   : Energi Panas Bumi di Indonesia, Kebijakan Pengembangan dan  Keputusan Investasi
Pengarang         : R. Sukhyar dan Agus Danar
Penerbit             : Badan Geologi
Tahun terbit     : 2010
Tebal                    : 177 halaman

Sistem panas bumi itu ibarat memasak air dalam cerek. Sumber panasnya adalah kompor alami yang berasal dari magma. Sedangkan batuan dasar yang tak tertembus air serta batuan penutup di atasnya yang memerangkap uap panas adalah cereknya. Uap panas itulah yang dibor untuk dimanfaatkan secara langsung atau tak langsung yang menghasilkan energi listrik melalui PLTP.

Sistem panas bumi itu ibarat memasak air dalam cerek. Sumber panasnya adalah kompor alami yang berasal dari magma. Sedangkan batuan dasar yang tak tertembus air serta batuan penutup di atasnya yang memerangkap uap panas adalah cereknya.

Organizing Committee World Goethermal 2010 meyakini bahwa energi panas bumi dapat mengatasi kenaikan kebutuhan energi dunia yang mencapai 15.000 Gigawatt electric (GWe). Potensi geothermal dunia itu setara 40.000 GWe, sedangkan kebutuhan energi dunia setara 15.000 Gwe. Sedangkan potensi panas bumi Indonesia mencapai 28,1 GWe, atau 40% dari potensi panas bumi Dunia. Namun, pemanfaatan panas bumi di Indonesia baru mencapai 4,2% (1.189 MWe). Oleh karena itu, panas bumi akan menjadi energi andalan Indonesia di masa mendatang. Panas bumi memiliki keunggulan, yaitu energi yang ramah lingkungan, terbarukan dengan biaya investasi yang lebih murah. Indonesia menargetkan pemanfaatan panas bumi menjadi 5% pada 2025.

Potensi panas bumi Indonesia itu terdapat di 265 lokasi yang tersebar hampir merata di setiap pulau di Indonesia. Letak Geografis Kepulauan Indonesia berada di dalam sabuk ring of fire, menyebabkan Indonesia memiliki banyak gunung api. Disamping memberikan dampak yang membahayakan, gunung api juga memberikan anugerah dengan kesuburan tanah serta tersedianya energi panas bumi ramah lingkungan yang melimpah.

Kapasitas terpasang terbesar berada di Jawa Barat, yaitu sebesar 1.057 MWe atau 20% dari cadangan, Jawa Tengah 60 MWe, Sulawesi Utara 60 MWe dan Sumatra Utara 12 MWe.

Di Indonesia setidaknya terdapat 265 lokasi sumber panas bumi, dan baru ditetapkan 22 wilayah kerja pertambangan (WKP), 8 WKP di Sumatra, 7 WKP di Jawa, 2 WKP di Sulawesi, 3 WKP di Nusa Tenggara dan 2 WKP di Maluku.

Sumatera memiliki potensi panas bumi terbesar, yaitu 13,419 MWe. Jawa berada di tempat kedua dengan total potensi sebesar 10.556 MWe. Sisanya tersebar di Sulawesi, Nusa Tenggara, Kalimantan, Maluku dan Papua.

Sekitar 80% lokasi panas bumi di Indonesia berasosasi dengan sistem gunung api, Mengacu kepada pewilayahan dari Bakosurtanal, tampakbahwa secara potensi, energi panas bumi tersebar di keseluruhan dari 7 wilayah di Indonesia, yaitu: Sumatera, Jawa-Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.

Jumlah energi panas bumi yang telah terpasang baru mencapai 857 MWe, sekitar 35% dari cadangan terbukti atau sekitar 3% dari total potensi energi panas bumi di Indonesia. Lapangan yang telah berproduksi (gambar 5) yaitu G. Salak (380 MWe), Kamojang (140 MWe), Darajat (145 MWe), Wayang Windu (110 MWe), Dieng (60 MWe), Lahendong (20 MWe) dan Sibayak (2 MWe).

Buku ini sesungguhnya merupakan dua buku yang terpisah, kemudian diterbitkan menjadi satu buku. Buku kesatu berjudul: Kebijakan Pengembangan Panas Bumi di Indonesia ditulis oleh R. Sukhyar, dan buku kedua berjudul: Keputusan Investasi Panas Bumi di Indonesia, ditulis oleh Agus Danar.

Disamping kelemahannya, energi panas bumi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sumber energi terbarukan lainnya, di antaranya: hemat ruang dan pengaruh dampak visual yang minimal, mampu berproduksi secara terus-menerus selama 24 jam, sehingga tidak membutuhkan tempat penyimpanan energi, dan tingkat ketersediaan sangat tinggi, yaitu di atas 95%. Secara teknis-ekonomis, suatu lokasi sumber panas bumi mampu menyediakan energiuntuk jangka waktu yang panjang.

Namun, pengembangan energi panas bumi bukan tidak mendapatkan hambatan. Salah satunya adalah pasar panas bumi masih monopsonik, banyak penjual dengan satu pembeli, sehingga harga jual panas bumi menjadi kurang menarik bagi investor. Bila itu yang terjadi, akankah panas bumi menjadi primadona energi di Indonesia?  (T. Bachtiar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>