Untitled-18

Melacak Jejak Manusia Wajak

Gunung Nglanggeran. Foto: Deni Sugandi.

Gunung Api Purba Nglanggeran

04/01/2016 Comments (0) Artikel Geologi Populer, Artikel Geologi Populer

Merintis Geowisata di Gunung Sewu

Untitled-9
Untitled-9

Gua Gong di Pacitan. Foto: Ronald Agusta

Kawasan Gunung Sewu memiliki kekhasan dan keunikan yang jarang ditemui di daerah lain yang meliputi keragaman geologi, budaya, dan hayati. Kawasan kars tropik yang cantik ini terluas di Asia tenggara. Daerah ini secara administratif termasuk wilayah Kabupaten Gunungkidul (DIY), Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah), dan Kabupaten Pacitan (Jawa Timur). Luas wilayahnya sekitar 800 km yang sangat mudah diakses baik dari Kota Yogyakarta-Wonosari, Wonogiri maupun Pacitan.

Di kawasan Gunung Sewu banyak sekali gua-gua alami yang indah dan dapat dikunjungi, mulai dari gua horizontal hingga gua vertikal. Selain gua, bentang alam Gunung Sewu juga memberikan pemandangan pantai yang sangat indah. Berada di selatan Pulau Jawa yang notabene menghadap langsung ke Samudra Hindia, pantai-pantai yang berada di Gunung Kidul, Wonogiri dan Pacitan merupakan spot terbaik untuk mendapatkan panorama yang menawan.

cave tubing di Gua Kalisuci, Gunung Kidul. Foto: Reza Permadi.

cave tubing di Gua Kalisuci, Gunung Kidul. Foto: Reza Permadi.

Berdasarkan pengalaman saya melakukan perjalanan ke Gunung Sewu, sungguh kita bisa melakukan segala aktivitas di kawasan kars ini. Dari mulai caving, surfing, cave tubing, dan lainlain.  Setelah melakukan perjalanan tersebut, saya mengajak beberapa teman untuk mengunjungi Gunung Sewu dan setelah itu mulailah beberapa kali saya membawa tamu dari berbagai macam daerah mengunjungi kawasan Gunung Sewu. Kegiatan wisata terpandu ini merupakan kegiatan  utama dalam geowisata.

Kegiatan geowisata atau jelajah wilayah geologi bertujuan untuk memperkenalkan dan mengapresiasi fenomena geologi yang dijumpai selama perjalanan wisata. Harapannya, seluruh peserta geowisata akan memahami fenomena alam dari sudut pandang geologi sehingga peserta mengerti bagaimana cara menjaganya.

Paket wisata yang ditawarkan dalam geowisata berbeda dengan paket wisata iburan ke tempattempat wisata umum. Paket geowisata dengan konsep geowisata mencoba mengajak wisatawan  untuk menikmati keindahan alam, budaya sekitar, sekaligus belajar memahami proses terjadinya bentang alam, keadaan geologi, dan lainnya dengan suasana dan keadaan yang nyaman, santai, aman dan menantang.

Untitled-11

ray of light Gua Jomblang di Gunung Kidul

Aktivitas geowisata sangat baik sebagai sarana untuk memperkenalkan geoheritage (warisan geologi). Warisan geologi di Gunung Sewu memang sangat menarik. Batuan dasar yang tersingkap di kawasan ini adalah batuan vulkanik Formasi Semilir dan Formasi Nglanggran yang berumur Tersier Awal. Di bagian utara, batuan dasar ini ditutupi oleh batuan berjenis napal dan batupasir tufaan Formasi Sambipitu dan batupasir tufaan dan kalkarenit Formasi Oyo. Di atas Formasi bSambipitu dan Formasi Oyo terdapat Formasi Wonosari, dan Formasi Kepek. Di Daerah Gunung Sewu, batuan termuda adalah endapan Kuarter aluvial dan endapan vulkanik Gunung Merapi. Proses alam yang kompleks telah mewariskan banyaknya situs geologi menarik di kawasan ini.

Oleh karena itu, di kawasan Gunung Sewu banyak pilihan untuk melakukan geowisata. Bila pengunjung ingin melakukan caving, cobalah untuk menjajal Gua Jomblang sedalam 80 meter ke bawah, juga Gua Cokro di Gunung Kidul. Kemudian Gua Gong di Pacitan memiliki daya tarik tersendiri karena kekhasannya, yaitu ornamen gua yang bisa menirukan suara alat musik “gong”. Kemudian Gua Jomblang yang merupakan gua vertikal sedalam 80 meter ke bawah dan memiliki salah satu daya tarik wisata, yaitu fenomena “ray of light”.

Kita bisa juga melakukan aktivitas unik, yaitu cave tubing atau menelusuri sungai menggunakan ban sebagai medianya. Di Gunung Sewu, ada dua lokasi
untuk melakukan cave tubing, yaitu Goa Pindul dan Kalisuci yang keduanya berada di daerah Gunung Kidul.

Kalau kita ingin berlibur ke pantai, Pantai Klayar di Pacitan bisa menjadi daya tarik utama. Di sana ada fenomena unik ketika air laut masuk ke dalam celah batuan kemudian menyemburkan air ke atas seperti air mancur. Fenomena ini dikenal dengan istilah “Seruling Samudera”. Demikian pula, trio pantai di Gunung Kidul, yaitu Pantai BaronKrakal-Kukup yang bisa ditelusuri dalam sehari penjelajahan.

Dengan demikian, geologi ternyata tidak hanya berkaitan dengan pertambangan atau energi, melainkan masih banyak terapan lainnya yang dapat dikembangkan. Salah satunya geowisata atau geowisata yang di dalamnya ada unsur edukasi dan dedikasi. Ada orang bilang bahwa kalau kita memperkenalkan wisata kebumian di Indonesia nanti tempatnya menjadi kotor dan tidak bagus lagi. Itu sangat salah. Menurut saya, dengan menerapkan konsep geopark, maka hal tersebut dapat diatasi dan tidak perlu menjadi kekhawatiran lagi.

Dengan membuat biro-biro atau perusahaan bidang geowisata atau geowisata, bukan tidak mungkin, Indonesia akan memiliki banyak geopark berskala global yang pada gilirannya dapat mensejahterakan masyarakat lokal. Sebagai generasi muda, saya akan terus melanjutkan dan memperjuangkan kegiatan wisata berbasiskan kebumian di Indonesia, karena hal itu tak ternilai harganya.( Reza Permadi )

Penulis adalah co-founder Geotour Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>