Pembagian Jenjang Neogen Pulau Jawa (Oostingh,1938)

Ladang Fosil Moluska Cijurey-Tonjong

13/10/2016 Comments (0) Museologi, Museologi

Kima Raksasa dari Padalarang

Cangkang Kiri Tridacna (Tridacna) gigas Linnaeus 1758
Cangkang Kiri Tridacna (Tridacna) gigas Linnaeus 1758

Cangkang Kiri Tridacna (Tridacna) gigas Linnaeus 1758

Museum Geologi mendapatkan koleksi baru berupa setangkup fosil kima raksasa yang disumbangkan oleh Ir. Andri Kristanto, seorang pengunjung dan pemerhati Museum Geologi yang berprofesi sebagai arsitek. Fosil tersebut diserahkan kepada Museum Geologi pada tanggal 4 Februari 2013 dengan status dititipkan dalam jangka waktu yang tidak terbatas.

Menurut Andri fosil tersebut ditemukan pada tahun 1982 di tempat penjual bahan bangunan di Sukamiskin, Bandung dalam gundukan batugamping yang berasal dari Padalarang, bandung. Beliau membeli fosil tersebut dengan harga cukup mahal dan selama ini fosil itu disimpan di rumahnya, Kompleks Gunung Rahayu B7, Cimahi.

Cangkang Kanan Tridacna (Tridacna) gigas Linnaeus 1758

Cangkang Kanan Tridacna (Tridacna) gigas Linnaeus 1758

Andri tergerak hatinya untuk menyerahkan kima koleksinya ke Museum Geologi setelah melihat fosil sejenis dipasang dalam sebuah pameran di mal Parijs van Java, Bandung. Timbul dalam pikirannya, “Fosil kima punya saya lebih besar dan lebih bagus daripada yang ini. Mengapa tidak diserahkan saja ke Museum Geologi agar dapat dipamerkan kepada umum sehingga lebih bermanfaat bagi masyarakat banyak, khususnya bagi ilmu pengetahuan?” Pemahamannya ini merupakan salah satu bentuk kepedulian masyarakat pada usaha penyelamatan data ilmiah. Seyogyanya pemerintah memberikan penghargaan tinggi pada upaya-upaya semacam ini.

Setangkup Tridacna (Tridacna) gigas Linnaeus 1758

Setangkup Tridacna (Tridacna) gigas Linnaeus 1758

Berdasarkan informasi bahwa fosil kima raksasa tersebut ditemukan di antara tumpukan batu gamping dari Padalarang, maka diperkirakan keterdapatan fosil tersebut adalah di sekitar daerah Padalarang. Secara geologi dapat diasumsikan bahwa fosil tersebut terdapat pada batugamping dari Anggota Batugamping Formasi Rajamandala dalam peta geologi Lembar GEOMAGZ_V6N3_SPREAD_036Cianjur skala 1:100.000 (Sudjatmiko, 1972). Dengan demikian fosil tersebut diduga berumur Oligosen Akhir – Miosen Awal atau sektar 30 hingga 20 juta tahun yang lalu. Lingkungan pengendapan tempat kima itu hidup dulu adalah laut busur muka. Setelah dibersihkan, maka diperi ciri-ciri morfologi fosil sebagaimana di dalam box.

Penulis adalah Staf Museum Geologi, Badan Geologi, KESDM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>