Lintas Sejarah Pertambangan

Lintas Sejarah Pertambangan dalam Gambar

Inspirasi-76

Inspirasi Investasi dari Sebuah Buku Tua

28/01/2014 Comments (0) Resensi Buku

Geowisata di Bumi Sejuta Sapi

Geowisata-61
West Nusa Tenggara Geotourism

West Nusa Tenggara Geotourism

Bab kedua, “West Nusa Tenggara Geology and Tourism”. Bab ini menjelaskan hubungan antara kebumian NTB beserta identifikasi pemanfaatannya melalui wisata bumi. Di situ dikatakan, Provinsi NTB terdiri dari Pulau Lombok dan Sumbawa sebagai pulau utama ditambah kurang lebih 332 pulau kecil. Dari sisi geologi, NTB terletak pada pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Kedua lempeng tersebut berinteraksi dan bertubrukan. Batas kedua lempeng ini merupakan daerah yang sangat stabil.

Heryadi juga memberi batasan mengenai geotourism atau wisata bumi. Katanya, wisata bumi adalah perjalanan seseorang atau sekelompok orang ke tujuan wisata objek-objek wisata kebumian, sehingga memperoleh keuntungan dari perjalanan itu. Objek-objek wisata yang dimaksud adalah wisata kars dan gua, wisata gunung api, wisata sungai dan danau, serta wisata pantai.

Selanjutnya, Heryadi menyebutkan keanekaragaman geologi yang bisa dikembangkan di Pulau Lombok dan Sumbawa. Di Lombok, daerah yang bisa dijadikan wisata bumi antara lain, kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Pantai Selatan Kute-Tanjung Aan, pegunungan kars di pantai selatan Tanjung Ringgit dan sekitar Kute, dan Gili matra. Sementara untuk Sumbawa, antara lain, kawasan Lingkar Tambang Batu Hijau, Gunung Tambora dan Pulau Satonda.

Wisata bumi di Pulau Lombok lebih diperinci pada bab 3, “Geotourism of Lombok Island”. Dari sisi morfologi pantai dan fenomena bumi lainnya, Heryadi membagi objek wisata bumi di Lombok menjadi tiga kawasan pantai. Pertama, kawasan pantai selatan yang terdiri dari kawasan Teluk Makaki; Pengantap-Belongas; Mawun-Kuta-Tanjung Aan- Teluk Grupuk-Bumbung; dan Ekas-Tanjung Ringgit. Kedua, pantai barat yang terdiri dari Teluk Lembar, PanGeowisata 047tai Senggigi, gili matra yaitu Gili Meno, Gili Air, dan Gili Terawangan, dan Sekotong. Ketiga, pantai timur yang terdiri dari Gili Lawang dan Gili Sulat serta Labuhan Lombok-Labuhan Haji.

Selain kawasan pantai, Gunung Rinjani menjadi primadona wisata bumi di Lombok. Di kawasan Rinjani banyak ditemukan air terjun, antara lain Otak Kokok Gading, Jerukmanis, Tiu Kelep, Sindanggile, dan Mayung Putih. Ada juga mata air panas Sebau dan Torean. Ditambah pula kegiatan geotrek yang telah disediakan lintasannya (geotrail), yaitu lintasan Aik Berik, dari arah selatan; Timbenuh, dari arah tenggara; Sembalun, dari arah timur; Torean, dari utara; Senaru, dari utara; dan Santong, dari baratlaut. Semua lintasan tersebut menuju puncak Rinjani.

Sementara bab 4, “Geotourism of Sumbawa Island”, secara khusus menggambarkan objek wisata bumi di Sumbawa. Dari yang telah dilakukan penelitiannya, di sini ada Kawasan Pantai Selatan, Pegunungan Barat, Kawasan Teluk Saleh, Gunung Tambora, Gunung Sangeangapi, dan Pegunungan Bagian Tengah. Di Kawasan Pantai Selatan, para wisatawan dapat mengunjungi Pantai Hu’u, Pantai Sape, Pantai Lunyuk, dan Teluk Senunu tempatnya pembuangan tailing Newmont.

Di Pegunungan Bagian Barat dapat dikunjungi Tambang Batu Hijau, Pantai Jelengga, Pantai Maluk, Pantai Sengkongkang, Pantai Mangkung, dan Pantai Pesin. Sementara di Teluk Saleh, pengunjung dapat menelusuri Pulau Moyo yang menyajikan Pantai Tanjung Pasir, Air Terjun Matajitu, Gua Air Manis, Gua Liang Petang. Pegunungan Tambora pun tak ketinggalan. Di sini wisatawan dapat menikmati keindahan bentang alam, geomorfologi, sejarah pembentukan, geoarkeologi, padang pasir di bibir kawah, Pulau Satonda, dan Pantai Sopanda (Nangamiro).

Gunung Sangeangapi memberi atraksi geomorfologi, geovulkanologi, dan geoarkeologi. Di sini wisatawan dapat pula menikmati keindahan pantai dan sumber mata air panas Oi Pana Manangga dan Oi Kalo. Sementara itu, di Pegunungan Bagian Tengah dijumpai perbukitan karst Jereweh, Brang Rea, dan Sekongkang Bawah.

Pada bab ke-5, “The Utilization of Geodiversity and Geoheritage for Geopark”, Heryadi meningkatkan pemanfaatan keragaman bumi NTB dengan konsep taman bumi (geopark). Dari beberapa acuan yang dibacanya, Heryadi memberi definisi geodiversity, geoheritage, dan geopark.

Ketiga istilah tersebut menunjukkan derajat pentingnya keragaman geologi berikut pengelolaannya. Bila geodiversity diartikan sebagai keberadaan alamiah fenomena geologi, maka geoheritage adalah fenomena geologi yang sangat tinggi nilainya karena menjadi bagian penting dari dinamika bumi. Dan, geopark adalah pemanfaatan geoheritage yang dipadukan dengan keragaman hayati dan budaya.

Dalam konteks NTB, untuk mewujudkan Geopark Gunung Rinjani, Heryadi mengajukan beberapa geoheritage sebagai pendukungnya. Warisan bumi yang diajukannya adalah Puncak Rinjani; Danau Segara Anak; Air terjun Otak Kokok Gading, Jerukmanis, Tiu Kelep, dan Sindanggile; Mata air panas Sebau dan Torean; lintasan geologi dan pendakian ke puncak Rinjani; Tambora dan Satonda; dan Lingkar Tambang Batu Hijau.

Dari buku ini kita jadi sadar bahwa setiap daerah, setiap provinsi, yang ada di Indonesia seharusnya melakukan hal sama. Kita harus samasama mengidentifikasi semua potensi kebumian yang ada di daerah kita masing-masing. Bila telah teridentifikasi, tentu bisa dikembangkan menjadi wisata kebumian. Ujungnya pasti bisa bertaut dengan realisasi pemanfaatannya sebagai taman bumi yang mengintegrasikan keragaman geologi, hayati, dan budaya demi membangkitkan ekonomi masyarakat agar selalu sinambung.

Dan yang lebih penting, dengan jalan identifikasi tersebut, kita disadarkan pada kenyataan bahwa eksplorasi bukanlah jalan satu-satunya untuk memanfaatkan keragaman bumi yang ada di sekitar kita.

Peresensi adalah penulis, peneliti literasi, bergiat di Pusat Studi Sunda (PSS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>