Misteri-Batu-Klawing-67

Batu Mulia dari Purbalingga

Untitled-1

Indonesia dalam Lingkaran Api

27/09/2015 Comments (0) Resensi Buku, Resensi Buku

Geomorfologi untuk Kemanusiaan

Geomorfologi Terapan
Geomorfologi Terapan

Geomorfologi Terapan

Sebuah buku tentang geomorfologi yang ditulis oleh seorang ahli berkaliber dunia, pada tahun 2014 yang lalu berhasil diterbitkan oleh Penerbit Ombak, Yogyakarta. Buku ini merupakan terjemahan dari buku aslinya yang berjudul “Applied Geomorphology: geomorphological surveys for environmental development” yang diterbitkan oleh Penerbit Elsevier, Amsterdam-New York tahun 1983. Penterjemah adalah Prof. Dr. Sutikno, Guru Besar pada Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Judul lengkap buku terjemahan ini adalah “Geomorfologi Terapan: Survey Geomorfologikal untuk Pengembangan Lingkungan”.

Penulis buku ini adalah Prof. Dr. Herman Theodorus Verstappen, lahir di Den Haag pada 30 Juli 1925. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Utrecht, Negeri Belanda, pada 1949 beliau bekerja pada Jawatan Topografi Angkatan Darat, ketika Indonesia sangat memerlukan ahli geografi. Bekerja di Indonesia bagi seorang Belanda, pada saat Republik Indonesia masih dimusuhi Belanda, tentu menimbulkan pengalaman tersendiri. Tetapi suatu kenyataan, betapa besar komitmen beliau kepada negara kita yang beliau buktikan sampai sekarang dengan terus-menerus membantu pendidikan geografi di Indonesia, khususnya di Universitas Gadjah Mada. Beliau juga merelakan hak ciptanya diberikan kepada Penerbit Ombak melalui terjemahan ke dalam bahasa Indonesia.

Geomagz_V5N3_011015_single_low_100Sambil bekerja pada Jawatan Topografi dalam perioda transisi Indonesia-Belanda tersebut, beliau berhasil menyelesaikan penelitian untuk bahan disertasinya yang berjudul “The Jakarta Bay” dan meraih gelar Doktor dalam Bidang Ilmu Pengetahuan (D. Sc.) pada 1953. Sesudah itu, beliau bekerja di berbagai belahan dunia dan akhirnya menetap sebagai Guru Besar pada InstitutInternasional untuk Survei Udara dan Ilmu Kebumian di Delft dan kemudian dipindahkan ke Enschede, Belanda. Oleh karena pengalamannya yang luas itu, maka dalam buku yang ditulisnya ini banyak contoh yang diambil dari seluruh dunia seperti Afrika, Amerika Selatan, khususnya Suriname dan tempat lainnya. Beberapa contoh kasus, potret udara, potret satelit,
peta geomorfologi dan berbagai ilustrasi yang menarik dari bumi Indonesia menghiasi buku Geomorfologi Terapan. Hampir semua contoh mengenai geomorfologi gunung api diambil dari Indonesia. Kecintaannya kepada Indonesia ditunjukkannya pula dengan menerbitkan berbagai tulisan dan buku tentang Indonesia, antara lain “A Geomorphological Reconnaissance of Sumatra and Adjacent Islands” (Wolters, 1964) dan “Outline of the Geomorphology of Indonesia” (ITC, 2000). Juga beliau menerbitkan sebuah buku tentang Irian.

Buku Geomorfologi Terapan, tampaknya mempunyai makna tersendiri, sebab merupakan akumulasi dari berbagai buku yang ditulis sebelumnya. Pada fase awal, tulisannya terfokus pada deskripsi berbagai wilayah (data collecting), kemudian meningkat ke uraian tentang metodologi, misalnya “Remote Sensing in Geomorphology” (Elsevier, 1973) dan akhirnya bermuara pada aplikasi sebagaimana diuraikan dalam buku “Geomorfologi Terapan”. Urutan buah pikirannya itu seolah-olah menjawab suatu pertanyaan yang berkecamuk dalam diri beliau, yaitu untuk apakah semua ilmu yang dimilikinya itu? Jawabnya adalah sebuah komitmen kepada kemanusiaan seperti tampak dan terasa menonjol dalam buku ini. Dengan judul geomorfologi untuk pengembangan lingkungan seolah menjawab pertanyaan itu. Orang mudah menebak, lingkungan adalah sesuatu untuk mensejahterakan umat manusia dengan cara memanfaatkan lahan, mengefisienkan penggunaannya dan menghindarkan bencana yang ditimbulkannya. Semua ini terhidang dalam buku Geomorfologi Terapan yang ditulis dengan lugas, enak dibaca dan penuh dengan ilustrasi, baik gambar maupun potret yang memperjelas uraian yang dikemukakan. Kematangan jiwa untuk memanusiakan manusia sebagaimana terakumulasi dalam buku ini, sangat mungkin ditempa oleh perjalanan hidupnya yang ketika Negeri Belanda diserang Jerman pada Perang Dunia yang lalu, beliau sudah hampi meninggal karena kelaparan, jari-jari kakinya yang membeku karena tidak ada bahan pemanas dan badan yang tinggal disaput kulit. Kekejaman perang itu sangat berkesan pada usia beliau yang masih muda belia pada umur 16-an tahun dan tinggal di Den Haag yang menjadi pusat pendudukan.

Berdasarkan pola pikir itu, maka tampaknya semua kemampuan beliau ditumpahkan dalam buku ini untuk dapat memanfaatkan pengetahuan geomorfologi bagi kemaslahatan umat manusia. Pada Bab 1 dan Bab 2 beliau menulis tentang bagaimana survei harus dilakukan untuk menginventarisasi kekayaan lingkungan, seperti Geologi dan Tanah (Bab 3), Hidrologi (Bab 4) dan Vegetasi (Bab 5). Semua ini terangkum dalam Bagian A sebagai landasan dasar. Kemudian dalam Bagian B, pembahasan terfokus pada kegunaan yang tepat dari kondisi lingkungan yang sudah diinventarisasi tersebut. Bagaimana peranan ilmu geomorfologi diterapkan dalam pemanfaatan lahan (Bab 6), dalam urbanisasi (Bab 7) dan bagaimana melakukan rekayasa kondisi geomorfologi agar memberikan manfaat dan kenyamanan bagi umat (Bab 8). Kekayaan alam yang ada di bawah tanah pun perlu diketahui dengan memanfaatkan gejala geomorfologi yang dapat diketahui di permukaan.Kondisi geologi dan cebakan yang dikandungnya perlu diinventarisasi (Bab 9) yang semua itu bermuara kepada perencanaan pembangunan (Bab 10). Maka, pada akhirnya pengetahuan yang terakumulasi itu ditumpahkan pada survei perencanaan pembangunan (Bagian C) dengan cara melakukan survei analitik (Bab 11) dan survei sintetik medan (Bab 12). Semua kekayaan alam itu perlu pula diwaspadai karena mempunyai faktor pembatas, bahkan mengancam keselamatan. Karena itu, survei geomorfologi perlu dimanfaatkan untuk mendeteksi pembatas dan ancaman alam serta ancaman buatan manusia (anthropogenic). Geomorfologi juga sangat membantu untuk mengantisipasi banjir (Bab 13) dan kekeringan (Bab 14), mengetahui stabilitas lereng dan erosi (Bab 15), mewaspadai runtuhan atau guguran (Bab 16) dan juga memperkirakan ancaman yang datang dari dalam bumi (endogen) seperti bahaya gunung api dan gempa bumi (Bab 17).

Suatu hal yang lebih penting dalam buku ini adalah bahwa di dalam survei geomorfologi diperkenalkan acuan-acuan, sehingga penilaian daya dukung lahan dan ancamannya dapat diketahui dengan lebih objektif. Semua bidang ilmu yang menyusun perencanaan suatu wilayah akan bersinergi pada landasan pemahaman yang sama sehingga akan diperoleh output yang paling menguntungkan, baik optimal maupun maksimal, bagi kesejahteraan dan kenyamanan umat manusia. Ringkasnya buku ini perlu menjadi bacaan rujukan bagi banyak bidang ilmu yang sama-sama berkomitmen terhadap kesehateraan umat manusia dalam memanfaatkan kakayaan alam, baik di permukaan maupun di bawah permukaan. Ilmu geomorfologi yang mampu menyajikan apa yang langsung bisa dilihat di permukaan merupakan titik awal yang sangat penting dalam menyusun suatu perencanaan pembangunan.

Buku ini disunting dan dicetak dengan rapi, serta ditulis dengan huruf yang enak dibaca. Namun, seperti dikomunikasikan oleh Prof. Verstappen kepada penulis, buku versi Indonesia ini masih dapat dicetak dengan lebih indah, terutama dalam menampilkan ilustrasi potret-potret. Demikian juga beberapa gambar yang keterangannya tidak dapat atau tidak sempat diterjemahkan dan gambar-gambar yang dikecilkan, penampilannya agak mengganggu dan untuk membacanya memerlukan cukup banyak waktu. Dalam hal ini tentulah faktor biaya merupakan kendala utama. Namun demikian secara keseluruhan buku ini amat bagus dan perlu dimiliki oleh berbagai bidang ilmu yang berjuang untuk mensejahterakan umat manusia melalui pembangunan lingkungan. (Atep Kurnia)

Penulis adalah Guru Besar di Universitas Padjadjaran, tinggal di Bandung, berkenalan dengan Prof. Verstappen sejak tahun 1969.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>