Panorama Toba dari Panatapan Bakara, Foto: Igan S. Sutawidjaja

Kemegahan Danau Raksasa Toba

Untitled-53

Kilas Balik 5 Tahun Geomagz

25/01/2016 Comments (0) Artikel Geologi Populer, Artikel Geologi Populer, Uncategorized

Bertemu Fiamme di Jalur Silalahi-Sumbul

Air Terjun Sipisopiso. Sketsa: Budi Brahmantyo
Air Terjun Sipisopiso. Sketsa: Budi Brahmantyo

Air Terjun Sipisopiso. Sketsa: Budi Brahmantyo

Jika kita menelusuri salah satu jalur geowisata Tongging – Silalahi – Sumbul di Geopark Nasional Danau Toba, di satu titik kita akan bertemu dengan fiamme. Apakah itu? Sebelum menjawab itu, mari kita mulai geotrek kita dari satu tempat di ujung barat laut Danau Toba yang sangat terkenal: Air Terjun Sipisopiso.

Lokasi air terjun Sipisopiso berada di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Air terjun ini sangat disukai para wisatawan Geopark Toba karena jatuhnya sangat tinggi, yaitu mencapai 120 m sehingga dinobatkan sebagai salah satu air terjun tertinggi di Indonesia. Begitu tingginya sehingga air sungai yang menunjam jatuh bagaikan sebilah pisau yang menyayat bebatuan yang berwarna kecoklatan. Begitulah nama Sipisopiso berasal dari kata pisau.

Air jatuh terjun dari atas perbukitan bergelombang yang menghijau oleh perkebunan pada ketinggian sekitar 800 m di atas permukaan laut. Komposisi warna alam ini berpadu dengan belukar hijau yang menjalar di dinding batu tuf terelaskan (ignimbrit) vertikal itu. Memang morfologi di sisi utara Danau Toba adalah bagian blok yang patah, melesak ke bawah, meninggalkan dindingdinding batuan yang terjal dari umur-umur yang sangat tua.

Peta geologi Danau Toba memetakan batuan dasar di sekitar Sipiso-piso berumur Paleozoik terdiri atas batuanbatuan metasedimen dan metamorf. Batuan sangat tua ini kemudian terangkat yang lalu diikuti dengan terjadinya ledakan mahadahsyat dari supervolcano Toba. Van Bemmelen pada tahun 1949 berpendapat bahwa terjadinya ledakan maha dahsyat ini setelah penggelembungan tanah Batak yang kemudian dikenal sebagai Tumor Batak. Setelah ledakan mahadahsyat yang terjadi 74.000 tahun yang lalu itu, bagian tengah Tumor Batak ambles mengikuti pola-pola tektonik yang searah dengan memanjangnya Pulau Sumatra. Maka kemudian terbentuklah Danau Toba dengan Pulau Samosir di bagian tengah yang seakan-akan ikut terungkit menyembul dari permukaaan danau.

Penelitian-penelitian terbaru menunjukkan bahwa proses pembentukan kaldera Toba tidak hanya terjadi sekali. Sejak kira-kira 1 juta tahun yang lalu, sedikitnya telah terjadi tiga kali ledakan dan dipuncaki ledakan 74.000 tahun yang lalu yang ditengarai mengacaukan iklim Bumi. Di dunia arkeologi dikenal pula adanya fenomena bottleneck population karena berkurangnya populasi manusia penghuni Bumi di sekitar umur 74.000 tahun itu.

Adanya dinding-dinding batuan Sipisopiso menjelaskan dahsyatnya fenomena tektono-vulkanik tersebut. Namun bukti adanya ledakan dahsyat harus dikejar ke arah berbagai tempat, di antaranya ke pantai-pantai danau. Program geotrek pun mengarah menuruni danau melalui pola jalan yang berkelok-kelok merayapi dinding vertikal batulempung metasedimen berumur Permokarbon lebih dari 200 juta tahun. Jalan yang berkelok-kelok antara tebing dan jurang itu menuju satu desa pertama di tepi danau, Tongging. Usahakan makan siang di tepi danau dengan suguhan ikan mas dengan bumbu khas Toba, ikan arsik. Menu ini tadinya sangat khusus untuk upacara Batak tertentu, tetapi sekarang sudah bisa dipesan di beberapa rumah makan di Tongging. Kekhasannya di antaranya dengan bumbu bawang berumbai yang dikenal sebagai bawang Batak, atau dengan nama lain lokio.

Perjalanan kemudian berlanjut ke ujung barat laut Danau Toba menuju satu kampung tradisional Batak di Silalahi. Rumah-rumah adat dengan atap melengkung khas Batak mendominasi lanskap perkampungan. Sayangnya atapnya yang dulunya berupa ijuk, sekarang banyak yang diganti menjadi beratapkan lempengan seng.

Sore akan menjelang saat perjalanan kembali mendaki lereng terjal Danau Toba menuju puncak plato ke arah Sumbul. Satu situs geologi yang menarik dikunjungi di lereng Sumbul adalah mata air yang bernama Aek Sipaulak Hosa Loja, yang artinya Air Pengobat Lelah. Namun sebelumnya, di satu tempat yang diapit dindingdinding batu, sang fiamme pun muncul tersingkap. Fiamme adalah tekstur pada tuf terelaskan dengan lembaran-lembaran gelas kaca volkanik (obsidian). Asalnya dari bahasa Italia yang berarti jilatan api. Tekstur fiamme sangat khas terbentuk pada tuf Toba, terutama dari jenis tuf terelaskan (welded tuff).

Inilah bukti adanya aktivitas gunung api di sekitar Toba di masa lalu. Bukti lain letusan dahsyat Toba selain tuf terelaskan atau ignimbrit, adalah endapan batuapung. Ignimbrit yang paling ideal dapat dijumpai di Bendungan Siguragura di sisi tenggara Danau Toba. Di sini ignimbrit tersebut bersifat sangat keras. Palu geologi yang dipukulkan sekeras-kerasnya ke permukaan singkapan ignimbrit, akan melenting kembali dengan bunyi tiiing dan terkadang memercikan api. Namun di sisi barat laut, di Merek, yang dijumpai adalah sebaran batu apung yang luas dan sangat tebal. Seluruh satuan batuan hasil ledakan dahsyat ini terpetakan atas nama Tuf Toba.

Inilah bukti adanya aktivitas gunung api di sekitar Toba di masa lalu. Bukti lain letusan dahsyat Toba selain tuf terelaskan atau ignimbrit, adalah endapan batuapung. Ignimbrit yang paling ideal dapat dijumpai di Bendungan Siguragura di sisi tenggara Danau Toba. Di sini ignimbrit tersebut bersifat sangat keras. Palu geologi yang dipukulkan sekeras-kerasnya ke permukaan singkapan ignimbrit, akan melenting kembali dengan bunyi tiiing dan terkadang memercikan api. Namun di sisi barat laut, di Merek, yang dijumpai adalah sebaran batu apung yang luas dan sangat tebal. Seluruh satuan batuan hasil ledakan dahsyat ini terpetakan atas nama Tuf Toba. ( Budi Brahmantyo)

Penulis adalah Dosen di Prodi Teknik Geologi, FITB, ITB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>